Mitos dan Fakta Seputar Tidur Siang

5 min read
Mitos dan Fakta Seputar Tidur Siang

Bagi manusia sebenarnya ada 2 macam tidur yang biasanya dilakukan. Pertama adalah tidur pada malam hari yang merupakan mekanisme mengistirahatkan tubuh yang utama, kedua tidur siang sebagai waktu istirahat yang singkat. Sebenarnya keduanya ini memiliki manfaat bagi tubuh.Tetapi sayangnya banyak sekali beredar mitos mengenai tidur siang yang banayk orang menjadi enggan untuk melakukannya.


Mitos dan Fakta Seputar Tidur Siang

Mitos dan Fakta Seputar Tidur Siang

Diantara mitos-mitos tersebut yang paling populer mengenai tidur siang adalah sebagai berikut :

1. Tidur Siang Hanya Untuk Anak-anak

Pada umumnya orang tua selalu menyuruh anak anak mereka tidur siang. Alasannya, tidur siang sangat baik untuk pertumbuhan. Tetapi bagi orang dewasa tidur siang menjadi hal yang tabu, hal ini dikarenakan dianggap orang dewasa sudah berhenti tumbuh sehingga tidak memerlukan tidur siang.

Mitos diatas ternyata salaha besar, nyatanya tidur siang tidak hanya berguna untuk anak-anak, orang dewaspun memerlukan tidur siang. Bukan untuk menjaga pertumbuhan melainkan untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus.

Hal ini justru sangat baik untuk para pekerja. Pada kenyataannya tidur siang selama 10-15 menit bisa meningkatkan produktivitas, daya ingat, kewaspadaan, hingga kreativitas.

Bahkan disebagian negara seperti jepang dan juga spanyol memelihara kebiasaan ini. Para karyawan diizinkan untuk melakukan kebiasaan tidur siang di tempat kerja.

Tapi hal yang perlu kita ketahui bahwa tidur siang tidak boleh terlalu lama. Tidur siang yang terlalu lama akan menyebabkan badan justru akan merasa tidak nyaman. Selain itu tidur siang yang terlalu lama akan membuat kita mengalami inersia. Inersia adalah perasaan yang pening dan disoreantasi setelah tidur nyenyak. Tentu saja bagi pekerja hal ini justru malah membuat tidak nyaman.

Karena itulah, sebaiknya kita memasang alarm sebelum melakukan tidur siang, agar bisa menjaga tidur siang kita hanya selama 10-15 menit, alarm juga bisa membuat kita mulai menyelesaikan pekerjaan jadi tepat waktu.

2. Tidur Siang Akan Membuat Malas

Siang-siang kok tidur. Bikin males!, mungkin anda pernah mendengar atau mengatakannya pada orang lain?, tidur siang memang acap kali dikaitkan dengan rasa malas. Apalagi orang yang tidur siang adalah orang yang berada pada masa produktif.

Tentu saja tidak akan ada orang yang mau dicap pemalas hanya karena tidur siang. Tetapi stigma “hanya pemalas yang tidur siang” memang terlalu lekat pada masyarakat kita. Ini juga yang menyebabkan orang urung untuk tidur siang. Tidur siang justru membantu kita meningkatkan kepekaan dan fokus kita terhadap pekerjaan. Tidur siang membantu kita kembali men-charge energi untuk kembali bekerja. Ketika kita kelelahan setelah begitu banyak pekerjaan yang dilakukan, tentu saja tidur siang bisa memulihkan rasa letih kita.

Tidur siang bahkan juga disebut power nap dalam bahasa inggris. Atau dengan kata lain tidur siang memang terkenal menyumbangkan energi untuk melanjutkan pejerjaan kita. Tapi perlu diingat kita hanya memerlukan tidur siang selama 10-15 menit saja.

Sayangnya, banyak orang Indonesia biasanya melakukan tidur siang lebih dari 15 menit bahkan hingga lebih dari 1 jam. Tentu saja hal ini berakibat buruk bagi badan kita. Biasanya kita akan merasakan pusing dan hal tersebut membuat kita enggan beranjak dari tempat tidur. Karena itu, sebaiknya kita memasang alarm sebelum tidur siang.

3. Tidur Siang Membuat Sakit Kepala

Sebenarnya, mitos tidur siang membuat sakit kepala berkaitan dengan mitos diatas. Sedikit banyaknya mitos ini sudah kita singgung pada penjelasan kedua mitos tersebut. Tapi, untuk lebih jelasnya kita akan membahas lebih lengkap mengenai mitos ini.

Pada dasarnya, tidur siang dalam waktu singkat tidak akan memberikan efek sakit kepala. Sedangkan tidur siang yang terlalu lama yang akan memberikan efek sakit kepala dan perasaan tidak nyaman saat terbangun.

Hal ini karena pada dasarnya tidur siang berfungsi sebagai charge energy. Jadi tidak dibutuhkan waktu terlalu lama untuk memulihkan energi.

Berbeda dengan tidur malam yang memang berfungsi untuk mengistirahatkan badan. Karena itu, butuh waktu yang lama dalam tidur malam.

Tidur siang lebih dari 30 menit mengindikasikan bahwa Anda tidur terlalu nyenyak. Karena itulah ketika bangun kita akan merasakan tidak nyaman, kaget dan pening. Bahkan pada sebagian orang akan mengalami disorientasi hari saat terbangun.

4. Tidur Siang Membuat Insomnia

Tidur siang juga biasanya dikaitkan dengan tidur pada malam hari. Banyak yang mengatakan tidur siang akan memperbutuk kualitas tidur malamnya. Alasannya, jatah waktu tidur kita yang 8 jam sudah terkurangi oleh tidur siang. Jadi, tidur siang akan membuat kita sulit memejamkan mata pada saat malam.

“Padahal itu sama sekali tidak benar. Anggapan bahwa tidur siang justru akan membuat kita insomnia terbukti mitos”

Sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal of the American Geriatric Sociaty menyebutkan bahwa tidur siang tidak akan mempengaruhu kualitas tidur malam kita. Bahkan, tidur siang bisa memperbaiki kualitas tidur kita. Karena jumlah waktu istirahat yang lebih panjang.

Penelitian tersebut melibatkan 22 orang lansia yang diminta selalu meyempatkan tidur siang selama 1 bulan. Lansia dipilih karena dianggap sensitif dengan perbedaan kualitas tidur.

Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa tidur siang tidak mengganggu jumlah jam tidur malam. Bahkan justru membuat jumlah jam tidur kita bertambah dalam sehari.

Bahkan tidur siang memberikan efek yang positif bagi kemampuan kognitif para partisipan. Daya ingat dan kemampuan mereka mengalami perbaikan yang cukup signifikan setelah membiasakan diri tidur siang selama 1 bulan penuh. Itu membuktikan bahwa tidur siang memberikan banyak manfaat bagi kita.

Dari penelitian tersebut terbukti bahwa tidur siang tidak akan membuat kita insomnia. Justru akan membuat badan kita lebih bugar. Apalagi bagi kita yang jam tidur malamnya terhitung kurang.

Memang kita dianjurkan tidur 8 jam tanpa terputus. Tapi hal tersebut kadang sulit dilakukan, terlebih pada orang di usia produktif. Nah, tidur siang membantu “menyicil” jam tidur malam kita.

5. Tidur Siang Bisa Membuat Gemuk

Banyak orang yang percaya terlalu banyak tidur siang akan membuat gemuk. Karena itu, sebagian orang mengurangi jam tidurnya. Terutama mereka menghindari tidur siang, karena tidur siang hanya dianggap sebagai tidur tambahan yang akan membuat bobot tubuh mereka bertambah.

Apalagi biasanya tidur siang waktunya berdekatan dengan makan siang. Hal itu akhirnya membuat orang malas dan takut untuk tidur siang.

“Padahal anggapan tersebut belum terbukti. Beluma da sebuah penelitian yang menyebutkan tidur siasng membuat gemuk atau mempunyai efek kegemukan pada tubuh seseorang.”

Namun memang tidur siang dengan durasi waktu yang cukup lama, akan membuat kita tdiak bergerak dalam waktu yang cukup lama. Karena keterbatasan gerak inilah kalori yang dibakar pun menjadi lebih sedikit.

Tapi hal tersebut tidak berlaku juka kita tidur dalam waktu yang cukup, yaiutu kurang dari 30 menit. Tidur siang dalam waktu tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi kita.

Tidur siang yang terlalu lama, atau lebih dari 30menit, akan membuat badan kita merasa tidak nyaman dan merasa lelah. Biasanya kemudian sepanjang hari kita akan merasa terus menerus mengantuk.

Akibatnya kita akan malas bergerak dan melakukan aktivitas. Hal tersebut tentu saja tidak baik bagi tubuh. Apalagi dengn malas bergerak kalori yang dibakar dalam tubuh semakin sedikit.

Sebaiknya tidur siang hanya selama 10-15 menit. Tidur siang yang singkat ini terbukti meningkatkan hormon pereda stress dalam tubuh. Hal ini akan membuat tubuh lebih segar dan memperbaiki mood saat terbangun.

Dengan begitu, tingkat stres kita akan berkurang. Jia tingkat stres rendah, maka kita bisa mencegah keinginan terlalu banyak makan. Hal itu bagus untuk mencegah naiknya berat badan kita nantinya.

Posting Komentar